Menjaga Anak di Tengah Konflik Orang Tua

PerselingkuhanDiterbitkan

Anak sering merasakan ketegangan di rumah, bahkan saat orang tua merasa sudah menyembunyikannya. Berikut cara melindungi anak saat orang tua sedang berkonflik atau berpisah.

Anak tidak harus melihat pertengkaran untuk merasakan bahwa ada yang tidak beres. Suasana tegang, orang tua yang saling diam, atau percakapan yang berhenti saat ia masuk ruangan sudah dapat membuatnya cemas. Konflik, termasuk yang dipicu perselingkuhan seperti dibahas dalam perselingkuhan dalam rumah tangga, hampir selalu berdampak pada anak. Artikel ini memberi panduan umum agar Anda dapat melindungi mereka. Isinya bukan nasihat psikologi klinis atau hukum.

Yang Perlu Dilindungi dari Anak

  • Menjadi penengah atau hakim. Jangan meminta anak memutuskan siapa yang benar.
  • Menjadi pembawa pesan. "Bilang sama ayahmu, uang belanja sudah habis" menempatkan anak di tengah. Sampaikan langsung kepada pasangan.
  • Menjadi tempat curhat orang dewasa. Anak tidak siap menanggung cerita tentang perselingkuhan, keuangan, atau kemarahan Anda.
  • Mendengar kata-kata buruk tentang orang tuanya. Menjelekkan pasangan di depan anak melukai anak, karena ia adalah bagian dari kedua orang tuanya.
  • Menyaksikan pertengkaran hebat. Bila emosi tidak terbendung, tunda dan lanjutkan saat anak tidak ada.

Yang Dapat Membantu Anak

1. Jaga rutinitas

Jam makan, tidur, sekolah, dan kegiatan rutin memberi rasa aman di tengah suasana yang berubah. Pertahankan sebisa mungkin.

2. Jawab dengan jujur sesuai usia

Anak yang bertanya perlu jawaban sederhana dan jujur, misalnya, "Ayah dan Ibu sedang ada masalah yang perlu diselesaikan. Ini bukan salahmu, dan kami tetap sayang kamu." Hindari berbohong atau menyuruh anak "tidak usah tahu", karena anak akan mengisi sendiri ketidakjelasan dengan dugaan yang bisa lebih buruk. Tidak perlu menyampaikan rincian yang tidak sesuai usianya.

3. Tegaskan bahwa anak tidak bersalah

Anak, terutama yang masih kecil, cenderung mengira dirinya penyebab. Ulangi dengan tenang bahwa masalah orang tua adalah urusan orang dewasa.

4. Izinkan anak mengungkapkan perasaan

Marah, sedih, takut, atau bingung adalah reaksi yang wajar. Dengarkan tanpa terburu-buru memperbaiki atau membantah. Anda juga boleh jujur bahwa Anda sedang sedih tanpa membebaninya.

5. Jaga hubungan anak dengan kedua orang tua

Kecuali ada alasan keselamatan, dukung anak tetap dekat dengan kedua orang tuanya. Jangan meminta anak memihak atau menghalangi pertemuan sebagai cara menghukum pasangan.

6. Kompak dalam hal pengasuhan, walau bermasalah sebagai pasangan

Upayakan aturan dasar yang sama, seperti jam tidur dan penggunaan gawai, serta saling memberi kabar tentang hal penting terkait anak.

Bila Orang Tua Berpisah

Bila perpisahan terjadi atau sedang dipertimbangkan, kabarkan kepada anak secara tenang, sebaiknya oleh kedua orang tua bersama bila memungkinkan, dan beri tahu apa yang akan berubah dan tidak berubah dalam hidupnya. Pertimbangan keputusan berpisah dibahas dalam hal yang perlu dipertimbangkan sebelum bercerai. Untuk hak asuh, nafkah anak, dan urusan hukum lain, konsultasikan dengan advokat atau pengadilan yang berwenang.

Tanda Anak Mungkin Membutuhkan Bantuan Profesional

  • Perubahan perilaku yang menetap: sangat menarik diri, mudah marah, atau menolak ke sekolah.
  • Gangguan tidur atau makan yang berlangsung lama.
  • Penurunan prestasi yang tidak biasa.
  • Ungkapan putus asa atau ingin menyakiti diri.

Bila Anda melihat tanda-tanda tersebut, hubungi psikolog anak, konselor sekolah, atau tenaga kesehatan yang berwenang. Layanan konsultasi di situs ini bukan pengganti penanganan psikologis anak.

Bila Ada Kekerasan

Bila anak atau Anda mengalami kekerasan atau ancaman di rumah, keselamatan harus menjadi prioritas. Hubungi SAPA 129 atau kepolisian setempat.

Penutup

Orang tua tidak harus sempurna untuk melindungi anak, tetapi dapat berusaha agar konflik mereka tidak membebani anak. Menjaga rutinitas, bersikap jujur sesuai usia, dan tidak menjadikan anak sekutu atau penengah adalah langkah-langkah yang paling bisa dilakukan sekarang.

Ingin Membicarakan Situasi Anda?

Artikel ini hanya memberi gambaran umum. Bila Anda ingin membicarakan keadaan pribadi Anda, kami siap mendengarkan secara privat.

Mulai Konsultasi

Bisa via chat, voice call, atau video call WhatsApp, Zoom, dan Google Meet. Pilih yang paling nyaman bagi Anda.

Cerita Anda dijaga kerahasiaannya.

Layanan konsultasi ini bersifat pendampingan dan tidak menggantikan layanan psikolog, psikiater, maupun penasihat hukum. Kami tidak menjanjikan hasil tertentu.

Layanan dan Artikel Terkait

  • Konsultasi Pernikahan dan Rumah Tangga Umum

    Ruang bercerita yang privat untuk masalah umum pernikahan dan rumah tangga: kehidupan suami istri, keluarga, dan keseharian seperti komunikasi, keuangan, pembagian peran, dan pengasuhan.

    Mulai Rp50.000 / sesi 1 jamBisa via chat, voice call, atau video call WhatsApp, Zoom, dan Google MeetMulai Konsultasi
  • Konsultasi Pra Nikah

    Persiapan sebelum menikah: kesiapan mental, kecocokan dengan calon pasangan, dan harapan dalam pernikahan, serta ruang untuk menjawab keraguan yang muncul.

    Mulai Rp50.000 / sesi 1 jamBisa via chat, voice call, atau video call WhatsApp, Zoom, dan Google MeetMulai Konsultasi
  • Konsultasi Perselingkuhan

    Ruang aman untuk masalah pengkhianatan dalam pernikahan, bagi Anda yang dikhianati maupun yang ingin memperbaiki hubungan, dari mengelola emosi hingga menimbang langkah.

    Mulai Rp50.000 / sesi 1 jamBisa via chat, voice call, atau video call WhatsApp, Zoom, dan Google MeetMulai Konsultasi
  • Konsultasi Hubungan Seksual Intim Suami Istri

    Ruang privat tanpa menghakimi untuk keluhan hubungan seksual suami istri: hubungan yang terasa tidak tuntas, frekuensi yang terlewat atau tidak wajar, gairah yang menurun, dan keluhan lainnya.

    Mulai Rp50.000 / sesi 1 jamBisa via chat, voice call, atau video call WhatsApp, Zoom, dan Google MeetMulai Konsultasi
  • Konsultasi Perceraian

    Pendampingan sebelum, saat, dan sesudah perceraian: menimbang bertahan atau berpisah, hak asuh anak, persiapan administrasi, alur dan biaya, hingga konsekuensi jangka panjang.

    Mulai Rp50.000 / sesi 1 jamBisa via chat, voice call, atau video call WhatsApp, Zoom, dan Google MeetMulai Konsultasi
  • Konsultasi Masalah, Konflik dan Pertikaian dalam Rumah Tangga dan Pernikahan

    Pendampingan untuk masalah, konflik, dan pertikaian dalam rumah tangga dan pernikahan, dari yang ringan hingga berat: memahami penyebabnya, meredakan pertengkaran, dan mencari solusinya.

    Mulai Rp50.000 / sesi 1 jamBisa via chat, voice call, atau video call WhatsApp, Zoom, dan Google MeetMulai Konsultasi
  • Konsultasi Pasca Perceraian Janda dan Duda

    Pendampingan untuk kehidupan setelah berpisah atau ditinggal pasangan: pemulihan diri, mendampingi anak, dan menata langkah baru.

    Mulai Rp50.000 / sesi 1 jamBisa via chat, voice call, atau video call WhatsApp, Zoom, dan Google MeetMulai Konsultasi
  • Konsultasi KDRT Kekerasan Dalam Rumah Tangga

    Pendampingan bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (fisik, psikis, verbal, penelantaran): memahami keadaan, menyusun langkah perlindungan, dan mengetahui ke mana mencari bantuan.

    Mulai Rp50.000 / sesi 1 jamBisa via chat, voice call, atau video call WhatsApp, Zoom, dan Google MeetMulai Konsultasi
  • Konsultasi Mediasi Suami Istri

    Penengah antara suami dan istri untuk membuka dialog yang sehat dan mencari titik temu, dalam satu sesi bersama yang tenang dan tidak berpihak.

    Mulai Rp50.000 / sesi 1 jamBisa via chat, voice call, atau video call WhatsApp, Zoom, dan Google MeetMulai Konsultasi
  • Perselingkuhan

    Perselingkuhan dalam Rumah Tangga: Apa yang Harus Dilakukan?

    Mengetahui adanya perselingkuhan sangat mengguncang. Berikut hal yang sebaiknya dilakukan dan dihindari saat emosi sedang kacau, serta pilihan yang tersedia.

  • Pernikahan

    Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memutuskan Bercerai

    Perceraian adalah keputusan besar dengan dampak panjang. Artikel ini membantu Anda menimbang hal-hal penting dengan lebih tenang, tanpa mendorong ke satu arah.

  • Rumah Tangga

    Pembagian Peran Suami Istri Terasa Tidak Adil: Apa yang Bisa Dilakukan?

    Beban rumah tangga yang timpang membuat salah satu pihak lelah dan merasa tidak dihargai. Pelajari cara melihat bebannya dengan jelas dan membaginya ulang secara adil.

Uji Keharmonisan (GRATIS)Mulai KonsultasiChat admin via WhatsApp